Main Article Content

  • Dody Ariyantho Kusma Wijaya
    Universitas Palangka Raya

Abstract


This research study the role of Family and Government Policy of Palangka Raya in Household Waste Managementin order to see whowas the most responsible for decision-makers in the process of waste management in households, and examines the role of families in the process of waste management before disposal into the trash. Data collection was done through observation and interview on the studied variables. The research was conducted in the district of Pahandut, district of Jekan Raya and district of Sebangau Palangka Raya in April till June 2011. The Source of data or respondents in the research community is engaged in managing and disposing of garbage. The community  is a society of each chosen houshold. Sampling was done purposively stratified. The results showed that the head of the family was instrumental in the process of garbage disposal. Garbage disposal decision makers is the father of 68.9% (31 respondents) and the mothers of 31,1% (14 respondents). In the waste management at household level was the comparison between wet waste and dry waste that is equal to  most was 54% (7 respondents. This indicates that the household waste produced is a dry waste.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dan kebijakan pemerintah Kota Palangka Raya dalam pengelolaan sampah rumah tangga agar dapat melihat siapa yang paling berperan sebagai pengambil keputusan dalam proses pengelolaan sampah di dalam rumah tangga, serta mengkaji peranan keluarga dalam proses pengelolaan sampah sebelum dibuang ke tempat sampah. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan atau observasi (observation) dan wawancara (interview) terhadap variabel yang diteliti. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pahandut, Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya pada bulan April hingga bulan Juni 2011. Sumber data atau responden dalam penelitian adalah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan dan pembuangan sampah. Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat dari masing-masing rumah tangga terpilih. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive berstrata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala keluarga sangat berperan dalam proses pembuangan sampah, pengambil keputusan pembuangan sampah adalah Bapak sebesar 68,9% (31 responden) dan Ibu sebesar 31,1% (14 responden), Dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga ternyata perbandingan antara sampah basah dan sampah kering terbanyak adalah ⅓ yaitu sebesar 54% (7 responden). Hal ini menunjukkan bahwa sampah rumah tangga yang dihasilkan adalah berupa sampah kering.



 

Keywords

dry waste, household waste, sampah basah, sampah kering, sampah rumah tangga, wet waste

References

Anderies, J,M, M,A, Janssen, & E. Ostrom. (2004). A framework to analyze the robustness of social-ecological systems from an institutional perspective. Ecology and Society, 9 (1); 18 [online] URL http:// www.ecologyandsociety.org/vol9/iss1/art18/

Bappeda Kota Semarang. (2009). Rencana tata ruang wilayah Kota Semarang tahun 2009-2029, Semarang.

Gibbon, J. (1996). Criterium decision plus, the complete formulation, analysis, and presentation for windows version 2.0 trialware user’s guide and tutorial. Bellevue WA: Copyright 1995-1996 Info Harvest Inc.

Holling, CS. (1973). Resilience and stability of ecological systems. Annual review of ecology and systematic, 4050; 1-23.

International Panel of Climate Change (IPCC). (2001). Impacts, adaptation and vulnerability, IPCC Third Assessment Report. Climate Change 2001. Working Group II: Chapter 1.

Kasperson, R.E. A & J.X. Kasperson. (2001). Climate change vulnarability and social justice risk and vulnarability programe. Stockholm Environment University.

Saptono. (2005). Dampak perkembangan permukiman terhadap perluasan banjir genangan Kota Semarang, Jurnal Geografi Vol 4 No. 1 Januari 2007. Semarang : Jurusan Geografi UNES.

Susana, M. & Harmandi, D. (2008). Penelitian hidrogeologi daerah imbuh air tanah dengan metode isotop dan hidrokimia di CAT Semarang Demak, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, Jakarta.

Susanto, A. (2010). Strategi kebijakan pemanfaatan air tanah sebagai sumber air bersih di Kota Semarang yang berkelanjutan, Tesis Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Susanto, A., Rusdiyanto, E., & Suhardianto, A. (2012). Model resiliensi masyarakat pesisir Kota Semarang yang berkelanjutan, Laporan Penelitian Hibah Bersaing, Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Turner, B.L. II, Kasperson, R.E., & Matson, PA. (2003). A framework for vulnerability analysis in sustainability science. Proc Nat Acad Sci USA, 100;8074–8079.

United Nation Environment Program (UNEP). (2003). Assessing human vulnerability to environmental change: Concepts, issues, methods and case studies.

Yin, R.K. (2002). Studi kasus desain dan metode. Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa.

Article Sidebar

Published Sep 14, 2017
How to Cite
KUSMA WIJAYA, Dody Ariyantho. PERAN KELUARGA DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA. Jurnal Matematika, Sains, Dan Teknologi, [S.l.], v. 18, n. 1, p. 28-35, sep. 2017. ISSN 2442-9147. Available at: <http://ilp.ut.ac.id/index.php/JMST/article/view/192>. Date accessed: 20 nov. 2017.
Section
Articles